Program Sunday Market Buat Orang Kupang (SABOAK) terus menunjukkan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kota Kupang. Hingga Juli 2026, ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di kawasan Taman Nostalgia berhasil membukukan omzet sekitar Rp6,3 miliar, menjadikan Saboak sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif yang berkembang pesat di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Josefina M. D. Getha, S.T., M.M., mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan ruang publik yang dipadukan dengan sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Menurut Josefina, Saboak tidak lagi sekadar menjadi lokasi berjualan, tetapi telah berkembang menjadi ruang pertemuan masyarakat sekaligus penggerak ekonomi lokal.
Ia menjelaskan, sejak mulai beroperasi, antusiasme masyarakat untuk mengunjungi Saboak terus meningkat dari pekan ke pekan. Kondisi tersebut berdampak positif terhadap pendapatan para pelaku UMKM karena semakin banyak pengunjung yang datang menikmati kuliner, membeli produk lokal, maupun mengikuti berbagai kegiatan hiburan yang diselenggarakan di kawasan tersebut.
Josefina menuturkan bahwa Pemerintah Kota Kupang terus berupaya menghadirkan berbagai kegiatan yang mampu menjaga daya tarik kawasan Saboak. Beragam pertunjukan seni, pameran produk ekonomi kreatif, penampilan komunitas budaya, hingga hiburan bagi keluarga secara rutin digelar agar masyarakat memiliki alasan untuk terus datang dan berbelanja di lokasi tersebut.
Menurutnya, konsep yang dikembangkan di kawasan Saboak bukan hanya berorientasi pada aktivitas perdagangan, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi yang sehat. Kehadiran ruang publik yang nyaman mendorong masyarakat menghabiskan waktu lebih lama sehingga memberikan peluang lebih besar bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan produknya.
Josefina mengatakan, keberhasilan Saboak tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas seni, dunia usaha, hingga masyarakat. Sinergi tersebut menjadi kekuatan utama yang membuat kawasan ini mampu berkembang sebagai salah satu ikon ekonomi kreatif Kota Kupang dalam waktu yang relatif singkat.
Selain memberikan ruang bagi para pelaku UMKM, kawasan Saboak juga menjadi panggung promosi budaya lokal. Berbagai sanggar seni dan komunitas budaya diberi kesempatan menampilkan karya mereka sehingga pengunjung tidak hanya menikmati kuliner, tetapi juga dapat menyaksikan kekayaan seni dan budaya khas Nusa Tenggara Timur.
Ia menambahkan bahwa Dinas Pariwisata akan terus mendukung pengembangan kawasan Saboak melalui peningkatan kualitas kegiatan dan promosi destinasi wisata. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus memperluas pasar bagi produk-produk UMKM lokal sehingga manfaat ekonominya semakin dirasakan masyarakat.
Menurut Josefina, pengembangan sektor pariwisata harus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi kreatif. Karena itu, setiap kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Kupang akan terus melibatkan pelaku UMKM, komunitas seni, dan berbagai unsur masyarakat agar tercipta perputaran ekonomi yang berkelanjutan.
Ia berharap capaian omzet sebesar Rp6,3 miliar hingga Juli 2026 menjadi motivasi bagi seluruh pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk, pelayanan, serta inovasi usaha. Pemerintah Kota Kupang juga berkomitmen menjadikan Saboak sebagai destinasi unggulan yang mampu memperkuat citra Kota Kupang sebagai kota yang kreatif, produktif, dan ramah bagi pelaku usaha maupun wisatawan.






