Dinas Pariwisata Kota Kupang bekerja sama dengan Event Organizer menggelar Festival Sepe Tahun 2025 pada 1–2 November 2025 bertempat di Gong Perdamaian, Taman Nostalgia Kota Kupang. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francies dan turut dihadiri oleh Kepala Taspen NTT, Kepala Bank Indonesia, Perwakilan Konsulat Timor Leste, serta sejumlah Kepala OPD lingkup Pemerintah Kota Kupang.

Dalam laporannya, panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh fenomena alam khas Kota Kupang setiap bulan November, yakni mekarnya bunga sepe (Delonix regia) yang dikenal masyarakat sebagai simbol keindahan, persatuan, dan kerinduan akan kampung halaman. Warna merah kekuningan bunga sepe menjadi inspirasi untuk menjadikannya ikon budaya dan pariwisata Kota Kupang. Dari semangat itulah Festival Sepe Tahun 2025 digelar dengan tema “The Charm of Weaving in the Soul of the Successor” (Pesona Tenunan Dalam Jiwa Sang Penerus).
Festival ini dirancang sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas mereka melalui tenun motif sepe, sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah. Dengan total anggaran sebesar Rp70 juta yang bersumber dari DPA Dinas Pariwisata Kota Kupang Tahun Anggaran 2025, kegiatan ini diharapkan mampu menjadikan Kota Kupang tidak hanya sebagai kota transit, tetapi juga sebagai daerah tujuan wisata budaya.
Beragam kegiatan menarik digelar selama dua hari pelaksanaan Festival Sepe 2025, di antaranya:
- Lomba Tenun Motif Sepe
Lomba ini menjadi ajang untuk mengubah pandangan kaum milenial bahwa menenun bukan hanya aktivitas generasi tua, tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Dengan batas usia peserta maksimal 30 tahun, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap budaya menenun, khususnya motif sepe yang menjadi ciri khas Kota Kupang. - Lomba Fashion Show Anak
Lomba ini mengajak anak-anak dan remaja untuk tampil modis dengan mengenakan kain tenun motif sepe bertema casual mix tenun. Lomba dibagi menjadi dua kategori, yaitu Kategori A (usia 9–11 tahun) dan Kategori B (usia 12–14 tahun). Tujuannya agar generasi muda dapat berekspresi melalui busana, sekaligus memperkenalkan bahwa kain tenun juga bisa tampil trendi dan sesuai dengan gaya masa kini. - Lomba Mewarnai
Diperuntukkan bagi anak-anak usia 3–5 tahun (PAUD–TK), lomba ini menghadirkan gambar bunga sepe sebagai objek mewarnai. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak mengenal bunga sepe sejak dini sebagai ikon kebanggaan Kota Kupang. - Lokal Expo dan Komunitas
Sebagai dukungan terhadap pelaku ekonomi kreatif, Festival Sepe juga menghadirkan pameran produk lokal, seperti kuliner, tenun ikat, kriya, suvenir, dan aksesori. Kegiatan expo ini difokuskan pada area SABOAK (Sunday Market Buat Orang Kupang), sekaligus melibatkan berbagai komunitas sosial yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. - Live Music
Penampilan band-band lokal Kota Kupang turut memeriahkan acara, menjadi wadah bagi anak muda untuk menunjukkan bakat dan minat di bidang musik.
Panitia menegaskan bahwa tujuan utama Festival Sepe 2025 adalah:
- Memberikan ruang bagi kaum muda untuk mengekspresikan bakat melalui tenun motif sepe.
- Mengedukasi generasi muda agar tetap mencintai dan melestarikan budaya daerah NTT.
- Melibatkan kaum muda dalam mempromosikan motif sepe sebagai ikon Kota Kupang.
- Menjadikan kreativitas generasi muda sebagai bagian dari pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Melalui Festival Sepe 2025, Dinas Pariwisata Kota Kupang berharap agar nilai-nilai budaya lokal terus hidup dalam semangat generasi penerus, dan tenun motif sepe dapat semakin dikenal sebagai simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Kota Kupang.











