Kapal pesiar mewah Oceania Vista dijadwalkan tiba dan berlabuh di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Senin, 20 April 2026. Kapal tersebut merupakan bagian dari pelayaran internasional yang menghubungkan Sydney dengan Singapura.
Kedatangan kapal ini menjadi salah satu rangkaian perjalanan wisata laut selama 18 malam bertema “Barrier Reef Treasures”. Ratusan wisatawan mancanegara yang berada di dalam kapal akan disambut secara resmi oleh Dinas Pariwisata Kota Kupang bersama jajaran pemerintah daerah, termasuk Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT serta pelaku industri pariwisata setempat.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Josefina M. D. Getha menjelaskan, selama singgah di Kupang, para wisatawan dijadwalkan mengunjungi sejumlah destinasi unggulan, baik di Kota Kupang maupun Kabupaten Kupang.

Beberapa lokasi yang masuk dalam agenda kunjungan, Jelas Josefina, di antaranya museum daerah, sentra kerajinan Dekranasda, rumah tenun Ina Ndao, hingga lokasi produksi gula lempeng di Lasiana. Selain itu, wisatawan juga akan diajak melihat langsung pembuatan alat musik tradisional Sasando di Oebelo serta mengunjungi rumah raja Amarasi di Baun.
Kapal pesiar ini diperkirakan berada di Kupang selama sekitar delapan jam sebelum melanjutkan pelayaran ke Pulau Komodo. Berdasarkan jadwal, kapal akan sandar di Pelabuhan Tenau pada pukul 08.00 WITA dan kembali bertolak pada pukul 16.00 WITA.
Sebelum tiba di Kupang, Oceania Vista telah mengunjungi sejumlah pelabuhan di Australia sejak keberangkatan pada 9 April 2026 dari Sydney. Beberapa destinasi yang disinggahi antara lain Mooloolaba, Whitsunday Island, Townsville, Cairns, hingga Darwin pada 18 April.
Setelah meninggalkan Kupang, kapal akan melanjutkan pelayaran ke Pulau Komodo pada 21 April, kemudian menuju Bali (Benoa) pada 22–23 April, Surabaya pada 24 April, dan akhirnya tiba di Singapura pada 26 April 2026.
Sebagai salah satu kapal terbaru milik Oceania Cruises, Oceania Vista mulai beroperasi pada tahun 2023 dan memiliki kapasitas sekitar 1.200 penumpang. Kehadirannya di Kupang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah, khususnya dalam menarik kunjungan wisatawan mancanegara.








