Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pariwisata Kota Kupang menggelar Koepan Festival Tahun 2026 di Taman Nostalgia (Tamnos).
Koepan Festival tahun 2026 mengusung tema “YOUTH IN ACTION, CULTURE IN MOTION” atau “Kaum muda beraksi, budaya bergerak”, yang menekankan peran generasi muda dalam menghidupkan budaya lokal.
Festival akan dibuka pada Sabtu, 18 April 2026 pukul 17.30 WITA di area Gong Perdamaian, dan ditutup pada Minggu, 19 April 2026 pukul 19.30 WITA di lokasi yang sama.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Josefina M. D. Getha, menyampaikan bahwa Koepan Festival bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga wadah strategis bagi generasi muda untuk berkreasi sekaligus menggerakkan budaya lokal.

Menurut Josefina, tema yang diusung tahun ini menjadi penegasan bahwa kaum muda memiliki peran penting dalam menjaga serta menghidupkan kembali nilai-nilai budaya di tengah perkembangan zaman. Ia juga berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kunjungan masyarakat dan wisatawan, sekaligus memperkuat promosi produk ekonomi kreatif lokal.
“Kegiatan ini juga dirancang untuk memberi keuntungan bagi para pelaku UMKM agar dapat memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan mereka,” ujar Josefina.
Josefina juga menjelaskan, selama ini Koepan Festival sudah dibuat menjadi agenda tahunan yang telah digelar sejak tahun 2018.
Nama “Koepan”, jelas Josefina, berasal dari sebutan historis Kota Kupang yang merujuk pada Raja Lai Kopan dari suku Helong, yang kemudian dilafalkan oleh Belanda menjadi Koepan dan berkembang menjadi Kupang.
Lebih lanjut Josefina juga menyampaikan bahwa Koepan Festival tahun ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-140 Kota Kupang serta 30 tahun statusnya sebagai daerah otonom yang jatuh pada 25 April 2026.
Senada, Koordinator Umum kegiatan, Eurike F. D. Adoe, S.E., S.ST., M.AP., menjelaskan bahwa Koepan Festival tahun 2026 bertujuan melestarikan sekaligus mempromosikan adat dan budaya NTT yang ada di Kota Kupang.

Eurike yang akrab disapa Ike menegaskan, Koepan Festival yang rutin digelar Pemerintah Kota Kupang juga sekaligus mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mencintai budaya daerah.
Ike menambahkan, Koepan Festival juga memiliki nilai edukatif, karena memberikan ruang bagi anak muda untuk mengenal lebih dekat adat dan budaya NTT melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan.
Sementara itu, Ketua Panitia Koepan Festival 2026, Margaritha Salean, SE. M.AP., mengungkapkan bahwa berbagai kegiatan telah disiapkan untuk memeriahkan festival tahun ini.
Margaritha menyampaikan, salah satu kegiatan utama adalah lomba tari kreasi daerah NTT yang diikuti 25 tim peserta berusia 13 hingga 21 tahun.

Lomba ini memperebutkan piala bergilir Wali Kota Kupang dengan total tujuh kategori pemenang, yakni enam juara utama dan satu juara favorit. Hadiah yang disiapkan berupa uang tunai, piala, dan piagam dengan rincian Juara 1 sebesar Rp3.500.000, Juara 2 Rp3.000.000, Juara 3 Rp2.500.000, Juara 4 Rp2.000.000, Juara 5 Rp1.500.000, Juara 6 Rp1.000.000, serta Juara Favorit Rp500.000.
Selain itu, digelar pula lomba fashion show casual tenun modifikasi untuk anak-anak. Pada kategori usia 4–6 tahun yang diikuti 25 peserta, disediakan hadiah berupa Juara 1 Rp1.750.000, Juara 2 Rp1.500.000, Juara 3 Rp1.250.000, Juara 4 Rp1.000.000, Juara 5 Rp750.000, Juara 6 Rp500.000, serta Juara Favorit Rp250.000.
Sementara pada kategori usia 7–9 tahun yang diikuti 30 peserta, hadiah yang diberikan sama, yakni Juara 1 Rp1.750.000, Juara 2 Rp1.500.000, Juara 3 Rp1.250.000, Juara 4 Rp1.000.000, Juara 5 Rp750.000, Juara 6 Rp500.000, dan Juara Favorit Rp250.000.
Tidak hanya lomba, festival ini juga menghadirkan kegiatan live painting mural sebagai wadah bagi kaum muda di bidang seni rupa, pertunjukan alat musik tradisional Sasando, serta local expo yang menampilkan berbagai produk unggulan seperti kuliner, tenun ikat, suvenir, aksesoris, hingga kriya khas daerah.
Menurut Margaritha, kegiatan local expo bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Kupang, sejalan dengan motto Dinas Pariwisata Kota Kupang, “Ekonomi Kreatif Bangkit, Pariwisata Maju”.
Pelaksanaan Koepan Festival 2026 juga didukung berbagai pihak melalui kolaborasi, antara lain Bank Indonesia, Bank NTT, Mitsubishi, Fitbar, Sari Roti, serta Swiss-Belcourt Kupang.
Dengan berbagai rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Kupang berharap Koepan Festival 2026 dapat menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendorong kemajuan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Kupang.








