Penampilan seni dan budaya yang dibawakan Pemerintah Kota Kupang dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Kota Medan, 1–2 Juli 2026, berhasil mencuri perhatian peserta dari berbagai daerah. Selain memperkenalkan kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur, penampilan tersebut juga menjadi media promosi identitas daerah dan pariwisata Kota Kupang.
Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kota Kupang, Josefina M. D. Getha, S.T., M.M., pada Rabu (15/07/2026) menanggapi antusiasme dan sambutan peserta Rakernas APEKSI menjelaskan bahwa budaya merupakan identitas daerah yang harus terus dipromosikan dan dilestarikan sehingga Pemerintah Kota Kupang selalu menjadikan unsur seni dan budaya sebagai bagian penting dalam setiap kegiatan promosi pariwisata.
Menurut Josefina, penampilan rombongan Kota Kupang di Medan tidak hanya menarik perhatian masyarakat umum, tetapi juga membangkitkan rasa rindu warga Nusa Tenggara Timur yang telah lama merantau. Banyak diaspora NTT yang mengaku terharu saat melihat peserta mengenakan busana adat dan menampilkan budaya khas daerah, sehingga muncul keinginan untuk kembali mengunjungi kampung halaman.
Ia mengatakan, sambutan masyarakat terhadap penampilan budaya Kota Kupang sangat luar biasa. Saat rombongan Kota Kupang melintas dalam karnaval budaya, banyak penonton yang ikut bergoyang mengikuti iringan musik dan tarian khas Nusa Tenggara Timur. Antusiasme masyarakat semakin meningkat setelah mengetahui rombongan tersebut berasal dari Kota Kupang.
Josefina menilai budaya merupakan cara yang efektif untuk memperkenalkan daerah kepada masyarakat luas. Melalui pertunjukan seni, masyarakat tidak hanya mengenal keberagaman budaya Kota Kupang, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai potensi pariwisata yang dimiliki daerah tersebut.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keikutsertaan Kota Kupang dalam karnaval budaya APEKSI tidak sekadar menampilkan kesenian daerah. Penampilan tersebut juga membawa pesan tentang pentingnya kolaborasi dalam membangun daerah. Tema yang diusung mencerminkan semangat kebersamaan dan kerja sama seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kota Kupang.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh satu organisasi perangkat daerah (OPD) saja. Diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh unsur pemerintah agar program pembangunan dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Josefina juga menyampaikan bahwa meskipun urusan kebudayaan kini berada di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata tetap berperan aktif mendukung promosi seni dan budaya melalui berbagai kegiatan kepariwisataan. Setiap kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Kupang selalu melibatkan sanggar seni dan komunitas budaya sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya lokal.
Ia menambahkan, sanggar-sanggar seni memiliki peran penting dalam menjaga sekaligus mengembangkan budaya daerah. Menurutnya, generasi muda saat ini menunjukkan kreativitas yang tinggi dengan mengembangkan tarian tradisional menjadi kreasi baru tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap para pelaku seni, Dinas Pariwisata Kota Kupang menyediakan Panggung Saboak Koepan yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh sanggar seni, komunitas budaya, sekolah, maupun organisasi kemasyarakatan. Masyarakat cukup berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata untuk menggunakan panggung beserta fasilitas pendukung seperti sistem tata suara dan kursi yang telah disediakan.
Josefina berharap Panggung Saboak Koepan dapat terus menjadi ruang berekspresi bagi para seniman dan komunitas budaya. Menurutnya, semakin banyak pertunjukan seni yang digelar, semakin besar pula peluang meningkatnya kunjungan masyarakat yang pada akhirnya turut menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif dapat berkembang secara bersamaan.
Di akhir keterangannya, Josefina mengajak seluruh masyarakat Kota Kupang agar tetap bangga menggunakan, melestarikan, dan mempromosikan budaya daerah di mana pun berada. Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi tidak boleh menjadi alasan untuk melupakan budaya lokal, karena budaya merupakan warisan yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagaimana pesan yang selalu disampaikan Wali Kota Kupang.












