Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Kupang melalui Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata melaksanakan pelatihan bagi 25 pelaku usaha ekonomi kreatif (Ekraf) di Kota Kupang pada 19–20 Juni 2025. Peserta kegiatan terdiri atas pelaku usaha ekonomi kreatif, ibu rumah tangga, dan kaum milenial. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan fokus pada Pengembangan Kapasitas Pelaku Ekonomi Kreatif melalui pelatihan Kriya Rajutan Kombinasi Tenun NTT.
Kegiatan ini didanai melalui Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp31.953.800. Dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah upaya Dinas Pariwisata Kota Kupang untuk meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif yang selama ini dinilai belum maksimal. Peningkatan sumber daya manusia di bidang pariwisata menjadi langkah penting dalam mendorong produktivitas dan inovasi produk agar mampu bersaing di pasar. Melalui pelatihan ini, diharapkan para pelaku ekonomi kreatif dapat menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta membantu pemerintah dalam mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran.
Maksud kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pelaku ekonomi kreatif dalam menciptakan produk baru bernilai ekonomi, sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang berkualitas dan kreatif di sektor pariwisata. Sementara tujuan kegiatan yaitu membuka jaringan usaha, menciptakan wirausaha baru, serta memberikan inovasi bagi masyarakat untuk menghasilkan produk baru yang mampu meningkatkan perekonomian pelaku usaha pariwisata di Kota Kupang.
Pelatihan dilaksanakan secara offline dengan metode pertemuan dan pendampingan. Hari pertama difokuskan pada penyampaian materi teori, sedangkan hari kedua diisi dengan praktik pembuatan kriya rajutan kombinasi tenun.
Materi dari Narasumber Pertama
- Pemahaman tentang ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif merupakan kegiatan ekonomi yang bertumpu pada ide dan kreativitas untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi.
- Kombinasi tenun dan rajut. Dalam pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada teknik menggabungkan kain tenun NTT dengan kreasi rajutan modern.
- Keterkaitan pariwisata dan ekonomi kreatif. Narasumber menegaskan bahwa keduanya saling berkaitan erat, karena wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga mencari produk khas seperti suvenir sebagai kenang-kenangan.
- Pengembangan ide dan keterampilan. Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh pengalaman serta keterampilan baru yang dapat menjadi sumber pendapatan tambahan.
- Pemasaran produk. Hasil karya peserta dapat dipasarkan melalui toko suvenir maupun promosi secara daring.
- Keberlanjutan pelatihan. Kegiatan ini akan dilanjutkan secara berkesinambungan agar peserta terus mengembangkan kreativitas dan inovasi produknya.
- Dukungan Dispar. Dinas Pariwisata akan terus mendampingi dan membantu promosi hasil karya peserta di berbagai kesempatan.
Materi dari Narasumber Kedua
- Pemahaman digital marketing. Menjual ide dan kreativitas merupakan bagian dari digital marketing yang bernilai ekonomi.
- Membangun brand pribadi. Ketika terjun ke dunia digital, pelaku usaha perlu membuka diri dan mempromosikan brand mereka melalui tagar atau tanda pengenal yang mudah ditemukan di media sosial.
- Etika digital. Narasumber mengingatkan agar berhati-hati dengan rekam jejak digital karena postingan bersifat permanen dan mencerminkan integritas diri.
- Strategi bisnis digital. Pengembangan bisnis di era digital dapat dilakukan dengan menciptakan ide baru dan menggunakan bahasa lokal sebagai identitas merek.
- Efisiensi promosi. Digital marketing membantu pelaku UMKM memperluas pasar tanpa perlu biaya besar untuk tempat promosi.
- Empat pilar digital marketing:
- SEO (Search Engine Optimization): Menggunakan kata kunci menarik agar postingan mudah ditemukan.
- Media Sosial: Memilih platform yang sesuai dan konsisten dalam interaksi dengan pelanggan.
- Marketing: Fokus pada keberlanjutan minat konsumen terhadap produk, bukan hanya hasil instan.
- Iklan Berbayar: Memanfaatkan promosi berbayar untuk memperluas jangkauan pasar.
- Menjual brand dengan integritas. Brand harus dibangun secara unik dan jujur untuk menarik kepercayaan konsumen.
- Berbagi ilmu. Pelaku usaha didorong untuk saling berbagi pengalaman agar dapat saling menginspirasi dalam menciptakan ide baru.
- Menjual kehidupan. Promosi digital bukan hanya tentang produk saat ini, tetapi juga citra dan keberlanjutan usaha di masa depan.
- Strategi content marketing:
- Membuat blog atau artikel yang bermanfaat,
- Menyediakan konten berupa video, infografis, atau podcast,
- Mengedukasi pelanggan tentang produk yang dijual.
- Konten alami. Produk yang dipromosikan sebaiknya ditampilkan secara natural tanpa editan berlebihan agar tampak autentik.
- Email marketing. Strategi ini penting untuk menjaga hubungan dengan pelanggan, terutama dalam menjangkau pasar luar negeri.
- Kesimpulan dan rekomendasi:
- Mulailah berkarya tanpa ragu.
- Jadilah diri sendiri.
- Utamakan integritas dan hargai hasil karya sesuai nilai dan waktu pengerjaannya.
- Terapkan prinsip symbiosis mutualisme dengan pelanggan melalui hubungan saling menguntungkan.
- Produk hasil pelatihan. Peserta menghasilkan berbagai karya seperti gantungan kunci, bros, ikat rambut, tas, vest modifikasi tenun, syal, topi, bandana, dan bahkan gaun pengantin berbahan rajutan kombinasi tenun.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pariwisata Kota Kupang berharap muncul inovasi produk-produk baru yang khas dan berdaya saing tinggi, sekaligus menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekonomi kreatif lokal di Kota Kupang.
Berikut adalah dokumentasi dan LPJ kegiatan:







LPJ KEGIATAN












